Minggu, 28 Juli 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Diposkan oleh Pepi Listia Regina di 05.54 0 komentar
Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan ibadah...
Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan...


Posting pertama di bulan Ramadhan...
Ada rasa haru ketika ku kecup kembali Ramadhan. Rasa syukur yang berulang kali terucap untuk-Nya. Ya, tahun ini diberi kesempatan kembali untuk melewati Ramadhan, terlebih lagi bersama keluarga tersayang. Setelah sekian tahun lamanya tak dapat menikmati Ramadhan bersama keluarga karena hidup di perantauan. Kali ini adalah nikmat Ramadhan yang entah harus berapa kali lagi aku ucap rasa syukur atas segala kemurahan-Nya... Alhamdulillah.... :))

Ada derai air mata ketika menyungkur sujud. Tetesannya bertabuh bahagia, mengkerdilkan keangkuhan. Betapa lemahnya aku, dihadapan-Nya. Betapa tidak ada apa-apanya aku, dihadapan-Nya. Ekstra mengevaluasi diri, meski pada dasarnya tak harus menunggu Ramadhan datang untuk lebih memperbaiki diri. Tapi biarlah, Ramadhan ini menguatkan tekad untuk jauh,,jauh,, dan jauh lagi mendekatkan diri pada-Nya. Membuka lembaran-lembaran usang untuk suatu pembelajaran, mempersiapkan diri dengan sehelai kertas putih berukir tinta biru...
 
Ramadhan ini, ku harap bukan Ramadhan terakhir untukku...
Aamiin... :')


Minggu, 07 Juli 2013

Hanya kamu, Nuyy!

Diposkan oleh Pepi Listia Regina di 10.21 0 komentar
Nuyy... Panggilan kesayangan untuknya, kekasih hatiku. Dia... Dia laki-laki aneh dan misterius. Tidak mengasyikan. Bahkan lebih pantas sebagai penjahat dalam hidupku. Tapi entahlah! Gayanya yang cool dan kepintarannya yang membuat aku tergila-gila. Aku adalah satu di antara puluhan bahkan ratusan wanita yang mengaguminya. Wajah tampan, tinggi, pintar, cool, haaaaahhhh dia seperti malaikat tanpa sayap. :)

Aku seperti perempuan yang terbius pesonanya. Tidak pernah menyerah mendekatinya. Meski caci maki dari mulutnya, tidak pernah menyurutkan langkahku. Aku merasa bahwa dia sudah menjadi bagian dari nyawaku. Sehari tanpa melihatnya aku serasa hampa. Kemana dia pergi, aku selalu ikuti. Ada rasa yakin, dia adalah jodohku. Ya, dia adalah jodohku dan harus menjadi jodohku. *memaksakan

Aku tergila-gila padanya. Anggaplah aku sebagai fans beratnya. Walaupun aku tak cukup mengerti apa yang selalu ia inginkan. Bisa bertegur sapa dengannya saja itu sudah membuat hatiku meletup-letup tidak karuan. Sampai akhirnya hari itu tiba. Serasa melayang entah berapa putaran. Dia.. Iya dia...! Aku jadian dengannya! Haaaaaaahhhhhh ini serasa mimpi! *cubit-cubit pipi

3 bulan sudah kami lalui. Sedih.. Hidupku sangat menyedihkan. Perasaanku terlau dicabik-cabik. Dia pacarku, begitupun aku sebaliknya. Tapi aku lebih pantas dikatakan sebagai musuhnya. Tidak pernah menyanjungku. Semua yang aku lakukan selalu di anggap hal bodoh di matanya. Menyebalkan! Dia pacarku yang menyebalkan! Pantas saja perempuan lain pun tidak sanggup bertahan di sampingnya. Namun tidak denganku. Ratusan kali aku tersakiti, aku pasti kembali padanya. Aku sungguh mencintainya.

"Nuuuyy.... Masih terasa bermimpi aku dipilih olehmu. Nasreen perempuan yang sempurna. Cantik, pintar... Semua hal-hal baik melekat padanya. Mengapa saat itu kau tak pilih dia??"

"Aku memilihmu karena kau jauh dari sempurna"

"Haaaaaarrrggghhh... menyebalkan! Terus saja kau ungkit-ungkit semua kekuranganku. Selama pacaran pun mana pernah kau sanjung aku. :( "

"Aku memang laki-laki yang sangat menyebalkan. Karena itu, aku membutuhkan perempuan sepertimu. Wajah pas-pasan, bodoh, ceroboh, cerewet, manja, pencemburu. Kau perempuan yang terlalu menyebalkan untuk dimiliki."

 "Kalau tahu begitu, kita putus saja...! Aku tak pernah diinginkan dalam hidupmu. :'( "

"Entah ini yang ke berapa kali kau ucap kata putus. Namun yang ku suka darimu, ribuan kali pun kau ucap putus, nyatanya kau masih setia mencintaiku. Kau perempuan yang setia menjadi pemaaf berapa kali pun aku mengecewakanmu. Aku ingin menikah denganmu. Tidak peduli kau butuh berapa kali lagi kata putus. Nyatanya talak ada padaku. Tak rela, jika perempuan yang nyaris membuatku gila karena ulahnya berlalu begitu saja dari sampingku."

"Nuuuuuuuuyy................. :')" *peluk

Sungguh kata-katanya seakan meruntuhkan gunungan es begitu saja. Kini aku yakin, dia... laki-laki yang menyebalkan itu mencintai dan menginginkanku. Meski caranya mencintaiku berbeda dengan yang lain. Sungguh, aku mencintainya... tak ingin beranjak darinya...


Jumat, 28 Juni 2013

Herpes

Diposkan oleh Pepi Listia Regina di 06.02 0 komentar
Finally, loncat juga ke blok penyakit kategori selanjutnya, setelah merampungkan blok penyakit-penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit Arthropod-borne Viral Fevers and Viral Haemorrhagic Fevers :)

Kali ini kita akan membahas tentang Herpes. Nah, penyakit ini cukup familiar di telinga masyarakat. Kalau di kalangan orang sunda, penyakit ini sering diistilahkan sebagai penyakit " kururawit ". Adakah yang memiliki istilah lain dari kalangan Anda? :))

Banyak jenis herpes di dunia kesehatan. Tapi kita bahas mengenai herpes itu sendiri yuk?

Herpes merupakan penyakit kulit yang meradang. Ditandai oleh pembentukan vesikel kecil yang mengelompok. Istilah ini pada umumnya dibatasi untuk penyakit yang disebabkan oleh herpesvirus/herpesviral. Herpesvirus/herpesviral adalah setiap kelompok virus DNA yang merupakan agen etiologi herpes simplex, herpes zoster, cacar air, dan penyakit inklusi sitomegali pada manusia, serta pseudorabies dan penyakit yang menyerang binatang lainnya.

Apa itu Herpes simplex?
Herpes simplex adalah penyakit akut yang ditandai oleh kelompok vesikel pada kulit, seringkali terjadi pada perbatasan bibir ( labialis ) atau lubang hidung ( cold sores ), atau pada organ genital ( genital herpes ). Biasanya sering disertai demam ( fever blisters, herpes febrilis ). Jika dikelompokkan berdasarkan jenis imunologik, herpes simplex terbagi menjadi dua jenis, yaitu jenis I ( terjadinya infeksi pada nongenital ), jenis II ( terjadinya infeksi pada genital ).

Lalu, apa itu Herpes zoster?
Herpes zoster atau shingles merupakan penyakit radang akut unilateral dan sembuh sendiri, yang mengenai ganglia serebralis dan ganglia radiks saraf posterior dan saraf tepi dalam distribusi segmental, disebabkan oleh virus cacar air ( chickenpox ). Penyakit ini ditandai oleh kelompok vesikel kecil pada area kulit sepanjang perjalanan saraf yang terkena dan disertai oleh nyeri neuralgik. Sehingga, ada berbagai jenis istilah penyakit yang terkait dengan herpes zoster sesuai dengan letak yang terinfeksi virus herpes zoster pada bagian tubuh kita. Misal, herpes zoster ophthalmicus, herpes zoster oticus ( syndrome Ramsay Hunt ) dan yang lainnya.

Yaahhh, seperti itulah kurang lebih. Kalau bicara tentang dunia kesehatan tak ada habisnya. Maaf yah, pembahasannya masih banyak kekurangan. Tapi Mpep senang kita bisa sama-sama belajar. Sampai ketemu di lain pembahasan yah... :))

 

Sabtu, 15 Juni 2013

Pelangi Senja

Diposkan oleh Pepi Listia Regina di 05.02 0 komentar
Langit tampak menjingga, tepat di hadapanku saat ini. Lembayung yang mulai memudar itu berkepul rindu. Terkungkung di ufuk barat, lambat laun pergi.

Tak ada yang berubah. Sekelilingku masih banyak tanaman perdu yang begitu ramah menyeringai. Elok berlari hilir mudik, ikuti kemana angin senja pergi. Akasia yang menahun pun masih angkuh berdiri. Sesekali bunga-bunga dan dedaunan gugur menghujani.

Aku duduk termangu. Berayun pada ban mobil dengan tambang yang terjuntai kuat pada batang akasia, lapuk termakan waktu. Sungguh ini surganya sukma. Ada kedamaian yang tak dapat ku temukan di tengah gaduhnya kota.

Aku kembali. Kemanapun aku pergi, aku kembali. Sejauh apapun aku melangkah, aku pasti kembali. Di sini, tempat dimana aku habiskan masa kecil bersama yang terkasih, Ayah dan Bunda. Belajar apa yang tak diketahui. Memahami yang telah diketahui. Tentang kehidupan, tentang kebersamaan.

Mereka tak punya banyak waktu. Tapi senja adalah waktu yang mereka beri untukku. Sederhana, bahkan tempat ini begitu sangat sederhana. Bukan kebersamaan di villa atau apartemen dengan harga sewa selangit. Bukan kebersamaan makan malam di sebuah restauran mewah. Namun dapat aku pastikan bahwa ini tak kalah megahnya dari kebersamaan di hotel berbintang. 

Hanya sebatas senja dan warna-warni di tengah gelak tawa...

Senin, 10 Juni 2013

Kisah Klasik

Diposkan oleh Pepi Listia Regina di 20.43 0 komentar
Ahlam Zulfadli...
Aku mengenalnya jauh sebelum hari ini lahir. Ya, 6 tahun sudah mengukir cerita tentang harapan dan mimpi indah. Namun tidak dengan hari ini. Semua harapan dan mimpi tentangnya sirna, menyatu dalam dongeng kehidupan.

2 dari 6 tahun adalah mimpi buruk bagiku. Tak ada kabar darinya. Entah menghilang begitu saja tertelan waktu. Aku menunggunya dengan ketulusanku atas kata setia. Begitu manis dipandang malaikat cinta. Meski pada akhirnya, selalu berujung pahit karena tak ada juga kabar darinya.

Aku tempuh segala cara. 2 tahun adalah waktu yang menjadi saksi segala upayaku untuk sebuah kata "demi". Ya... demi hubungan kami. Bertanya kabar pada keluarganya. Ada rasa lega saat ku dengar bahwa kau baik-baik saja di sana. Sekalipun tak dapat aku pungkiri bahwa di sini, jauh dalam hati ini tersayat pedih mengapa kau anggap aku seolah tak ada.

Sampai akhirnya hari itu tiba. Dia, saat ini adalah tunanganku. Bukan dia kekasihku. Melainkan orang lain yang menjadikanku seorang kekasih. Alkhalifi Zikri Hady.... Pria pilihan orang tua ku dari sekian pilihan yang datang kepada ku. Entahlah! Mungkinkah ini sebuah pengkhianatan. Yang aku tahu adalah sebuah kekalahan. 2 tahun yang terlalu menguras pikiran dan tenagaku. Namun kali ini aku menyerah. Anggap saja ini adalah akhir dari segala upayaku yang berujung dengan rasa lelah.

Sejak pertunangan, aku putuskan menjadi pribadi yang lebih bahagia bersamanya. Pria yang aku harap menjadi imam terbaik untuk aku dan kehidupanku. Mungkin detik ini cinta belum merekah seperti kuntum mawar merah. Tapi cintanya membuat aku menyayanginya. Ini hanya masalah waktu. Lambat laun aku akan mencintainya, sama hal dengan caranya yang tulus mencintaiku.

Aku bahagia dengan pilihan ini. Masa lalu telah aku susun rapih dalam buku kenangan. Namun ternyata tak secepat kilat enyah dari hidupku. Karena ia kembali dalam kehidupan baru ku. Hari itu, atas ijin Al aku bertemu dengannya. Saling bertukar kabar adalah awal pembicaraan kami. Kian lama waktu, kian bergeser pada topik yang mungkin seharusnya tak perlu diungkit kembali. 

Tampak dari nadanya Ahlam tak tahu pertunanganku dengan Al. Dia begitu gamblang mengulang cerita manis yang pernah kami lewati bersama. Sementara aku banyak diam atas luka yang berusaha aku pendam 2 tahun lamanya. Tapi semangatnya bercerita tertahan kelu seketika. Ini karena cincin yang ia lihat tampak melingkar di jari manisku. 

Aku yang pada awalnya mematung berlakon sebagai pendengar setia, saat itu seolah miliki jalan untuk berkisah tentang 2 tahun masa penantian, hingga akhirnya harus aku labuhkan rasa ini pada lain hati. Tetes air mata mu saat ini tak seberapa dengan derasnya air dari setiap sudut mataku di masa lalu. Bukan mendendam. Aku hanya ingin kau tahu.

Maafkan aku. Seandainya tak kau sia-siakan keberadaanku, mungkin detik ini aku masih memilih setia. Seandainya kau lebih menghargaiku dengan sebuah pertanyaan baik-baik kah aku, mungkin detik ini pun aku masih memilih setia. Seandainya kau tahu dan mengerti, banyak hal yang ingin aku sampaikan selama 2 tahun penantian tanpa kabar dari mu. Dan seandainya waktu dapat terulang kembali, aku tak ingin memutarnya kembali.

Aku terima jika kau tuding aku seorang pengkhianat cinta. Tapi besar harapanku, lihatlah upayaku yang maksimal untuk bertahan karenamu! Aku tahu pasti, rasa kecewa ditinggal begitu saja oleh kekasih hati. Hal itu pula yang menjadi alasanku tak ingin beranjak dari sampingnya. Sosok yang membimbingku bagaimana caranya menyusun keping demi keping asa yang rusak. Kekasih masa depanku, Alkhalifi Zikri Hady...




 

VISCART Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review